Memilih genteng yang bagus
gampang-gampang susah. Anda tidak bisa menilai kualitas genteng yang
bagus hanya dari segi tampilannya, tetapi juga faktor lain. Selain itu,
Anda juga mesti menguji kualitasnya secara langsung.
Di artikel ini, kami akan menjelaskan
kualitas genteng yang bagus untuk jenis dari tanah liat. Sebab, saat
ini, sebagaimana pernah diulas di artikel sebelumnya, banyak jenis dan
model genteng yang tersedia di pasaran, di antaranya, selain dari tanah
liat, ada yang terbuat dari beton, metal, kaca, bahkan ada genteng
berbahan aspal.
Ada beberapa pertimbangan sebagai
penilaian dalam menentukan kualitas genteng. Di antaranya, kondisi fisik
genteng atau tampilan, warnanya, suaranya saat diketuk hingga kekuatan
genteng. Pertimbangan itu harus diujicoba langsung oleh Anda sebagai
calon pembeli.
1. Tampilan genteng
Faktor ini yang pertama kali Anda
pertimbangkan. Ini merupakan kesan pertama ketika Anda melihat sebuah
genteng. Coba Anda teliti tampilan genteng.Jangan pilih genteng yang ada
sedikit retakan atau garis yang menunjukkan bahwa itu berpotensi retak
ketika kena hujan atau sinar matahari.
Tidak sedikit genteng yang ditawarkan
ada sedikit retakan. Apalagi jika Anda membelinya di bahan bangunan
bekas alias loakan. Anda mesti jeli memilihnya. Memang, Anda tak mungkin
meneliti satu persatu genteng
yang jumlahnya bisa ribuan buah. Namun setidaknya Anda bisa mencari
sampel yang mewakiliki keseluruhan genteng. Caranya, ambil beberapa biji
genteng dari setiap tumpukan.
2. Warna genteng
Hal ini sebenarnya menjadi bagian dari
pemeriksaan tampilan genteng. Kami mengulasnya secara tersendiri karena
faktor ini juga sangat penting untuk dipertimbangkan.
Warna genteng
bisa berpengaruh terhadap kekuatan fisik komponen atap tersebut. Warna
yang bagus atau menunjukkan bahwa genteng itu kuat adalah merah
kekuning-kuningan. Kenapa? Sebab, warna tersebut menunjukkan bahwa
genteng dibuat benar-benar dibuat secara sempurna. Artinya proses
pembuatan genteng berlangsung “tuntas”.
Lalu warna apa yang menunjukkan proses
pemuatan genteng tak sempurna? Jawabannya warna merah agak
kehitam-hitaman. Warna tersebut menunjukkan bahwa genteng belum “matang”
dipanggang. Suatu saat, jika terkena matahari atau hujan, genteng
seperti itu mudah rusak dan retak.
3. Suara genteng
Genteng bersuara? Betul jika Anda
mengetuknya. Memilih genteng dari segi suaranya persis ketika memilih
buah durian. Hanya saja penilaian jenis suaranya berbeda, bahkan
terbalik dengan menentukan kualitas durian.
Suara genteng dianggap bagus ketika
diketuk mengeluarkan bunyi nyaring.Artinya bahwa genteng itu padat dan
pembakarannya sempurna. Berbeda dengan durian jika dipukul suaranya
nyaring,itu tandanya belum masak.
Sebaliknya, jika genteng mengeluarkan
suara yang kurang nyaring,berarti itu kualitasnya kurang bagus. Dengan
demikian dipastikan proses pembuatannya kurang sempurna. Berbeda durian
yang ketika diketuk suaranya berdegup, maka itu artinya sudah masak.
4. Uji kekuatan dengan ditumpuk
Nah, sebagaimana disinggung di atas,
untuk menentukan kualitas genteng, bukan hanya dilihat, tetapi juga
diujicoba. Cara uji cobanya pun sederhana. Cukup Anda tumpuk beberapa
genteng, lalu lihat genteng yang paling bawah. Jika tidak hancur ataupun
retak, maka genteng tersebut kokoh.
5. Cek ulang ketika tiba di lokasi
Adakalanya genteng
yang tiba di lokasi berbeda dengan yang dipajang di toko bangunan.
Bukan berarti pemilik toko bangunan berniat menipu Anda. Biasanya,
genteng rusak akibat proses pemuatan (loading) ke truk atau mobil bak
yang terlalu kasar atau kurang hati-hati. Atau mungkin akibat di
perjalanan, beberapa genteng rusak.
Jika hal itu terjadi, maka Anda tidak
usah segan-segan untuk menukarnya. Sebab genteng itu bisa dikatakan
barang jangka lama. Anda tidak mau kan baru beberapa bulan harus
mengganti genteng lagi, kendati tidak semuanya?
Info Lebih Lanjut KLIK DISINI








0 komentar:
Posting Komentar